22 June, 2011

#PrieGSKetemuJodoh

(1): Sejak SD aku punya keanehan. Hanya bisa jatuh cinta dengan teman cewekku yang cantik saja. Dan syukurlah, tak ada yang mau.
(2): Tapi jatuh cinta bagiku adalah lahan yang merdeka. Ia harus tetap dijalankan tanpa harus menunggu balasan. Ini alasan keindahan.
(3): Saat jatuh cinta aku menjadi sangat artistik. Melihat jemuran saja seperti melihat peri menari. Jelek tampangku tapi bercermin melulu.
(4): Maka jatuh cinta adalah kegiatanku. Ditolak adalah rutinitasku.
(5): Di dalam rasa cinta aku menemukan kegembiraan. Di dalam penolakan aku belajar ketabahan. Kedua rasa itu akhirnya menjadi ketrampilan.
(6): Maka dalam seminggu akau bisa jatuh cinta dari sini ke situ. Gagal di sini pindah ke situ.
(7): INilah yang kunikmati kemudian: cinta membuatku amat perasa. Penolakan membuatku bersahaja di hadapan kecewa..
(8): Suasana ini adalah petualangan imajinasi mengasyikkan di hidupku. Ia mengajarkan, rasa artistik dan rasa kuat bisa tumbuh bersamaan.
(9): Tapi jatuh cinta semacam ini adalah periode yang amat indah sekaligus berbahaya karena pacarku jadi tak pernah nyata.
(10): Cintaku di langit tapi kakiku di bumi dan periode ini harus kuakhiri. Aku memohon kepada Tuhan dengan cara yang agak sembrono.
(11). Ya Allah, selamatkan aku dengan istri yang nyata. Tidak cuma seperti Ebiet G Ade dan Camellianya itu. Besok aku akan hunting jodoh!
(12). Saat itu aku main mudah saja. Beberapa wanita yang kutemui langsung kuminta jadi istri. Dua menolak, yang ketiga diam saja.
(13). Yang diam itulah yang kini jadi istriku. Aku sebetulnya cemas karena aku tidak mencintainya saat itu.
(14). ''AKu juga cemas karena kau juga tidak mencintaimu,'' kata istriku. Jadi skor kami draw. Sama-sama tidak cinta.
(14). Dia bukan tipeku. Apalagi aku. Pasti bukan tipenya.
(15): Tapi tafsir kami atas cinta saat itu ternyata keliru. Ia hanya kami sempitkan menjadi getar, sensasi, deg-degan dan semacamnya.
(17): Itulah kenapa cinta lokasi itu panas di awal tapi padam kemudian. Ia terlalu mementingkan sensasi getar dan deg-degan semacam itu.
(18): Aku dan istriku tidak pernah deg-degan satu-sama lain. Kami miskin dalam soal itu.
(19): Tapi keyakinan kami benar. Getar itu bukan yang terpenting dalam perkawinan. Ada yang lebih penting: keinginan memuliakan hidup.
(20): Akhirnya, cuma karena dia mau jadi istriku, aku merasa dimuliakan. Aku merasa ajaib. Wuaah... laku juga!
(21): Gantinya, ingin sekali aku ganti memuliakan istriku karena telah memuliakanku. Tiap hari kami teruuuuss... saling ingin memuliakan.
(22) Dan inilah teka-tekinya: Oo Tuhan ternyata cuma sedang membalik plot. Tuhan ingin kami jatuh cinta tidak di depan tapi di belakang.
(22) Hasilnya: semakin kencang bau balsem di tubuh kami di hari ini, malah membuat kami saling mencintai. (hiks.. adegan film India)


-@Prie_GS

0 comments:

Post a Comment

Untuk pertanyaan seputar isi kultwit silakan mention akun yang bersangkutan.
Terima kasih..

related post

 
Copyright © Kumpul Kultwit. All Rights Reserved.
Blogger Template designed by Simple Blogger Tutorials.